Testimoni

  • Ratna Soemantri

    Saya ingin berbagi cerita pengalaman saya ikut serta dalam kegiatan Bakti Sosial 1000 Mata Anak Bangsa Melihat Terang di Sukatani, Cikarang, Bekasi hari Minggu yang lalu. Banyak hal membuka mata saya, menyentuh hati saya dengan beragam emosi, terharu, prihatin, senang, campur aduk. Saya terharu melihat senyum anak-anak dan orang-orang tua yang mendapatkan kacamata. Sehingga akhirnya mereka bisa melihat dengan jelas. Ga kebayang gimana hidup mereka selama ini, ada yg minus or plus nya sudah besar sekali tapi belum pernah pakai kaca mata.

    Gimana caranya anak-anak itu belajar kalau tidak bisa melihat dengan jelas? Saya terharu ketika mendengar seorang ibu-ibu tua yg tersenyum lebar setelah mendapatkan kaca mata + 2.0, katanya "Sekarang saya bisa baca Quran lagi, ga burem."

    Ada yg buta huruf, saya tanya buat apa kaca mata plus (kaca mata baca) kalau tidak bisa membaca. Ibu tersebut menjawab dia butuh kaca mata untuk masukin benang ke jarum untuk menjahit..... Saya prihatin karena ternyata di lokasi yang tidak jauh dari Ibukota Jakarta masih banyak orang yang buta huruf. Bagaimana dengan di daerah pelosok yang jauh dari kota besar?

    Saya senang melihat para relawan dari umat Katolik (Dekanat Bekasi dan Perduki Chapter Selatan 1) dibantu oleh masyarakat sekitar yang mayoritas muslim, dikawal oleh Banser NU bekerja sama sampai semuanya berjalan lancar. Saya sendiri Kristen. Dan ada juga relawan yang beragama Budha ikut dalam acara ini. Inilah Indonesia yang sesungguhnya. Masyarakat dari berbagai suku dan agama bekerja sama menolong sesama yang membutuhkan.

    Situasi negara kita beberapa waktu ini terasa sangat panas sampai menimbulkan kekhawatiran Indonesia bisa terpecah belah. Pengalaman di Sukatani hari Minggu kemarin membuat saya tetap punya harapan dan keyakinan bahwa Indonesia akan bisa terus bersatu, rukun dan damai dalam keberagamannya. Masih banyak orang baik di Indonesia. Salah satunya adalah kita sendiri jika kita mau melakukan sesuatu untuk sesama kita tanpa melihat suku, agama dan rasnya. Jika kita mau menerima perbedaan tanpa merasa golongan dan agama kita lebih baik dari yg lain. Jika kita mau meredam emosi kita dan membalasnya dengan kasih.

    Indonesia membutuhkan kita semua. Masih banyak saudara saudara kita yang hidup berkesusahan. Saatnya kita yang sudah diberikan banyak kelebihan oleh-Nya untuk melakukan sesuatu untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik. Sekecil apapun yg kita lakukan, percayalah jika itu dilakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh, Allah pasti memberkati. Mungkin saja dari hal kecil itu bisa menghasilkan sesuatu yg besar.

    "I alone cannot change the world, but I can cast a stone across the waters to create many ripples." - Mother Teresa

    Jakarta, 31 May 2017

    22 July 2017
  • Helios Gunadi

    Teman-teman..

    aku merasa bahagia bisa bersama kalian semua melayani orang2 yg kurang mampu meski kadang aku hanya ambil foto dan ga banyak berbuat apa2 dalam sebuah kegiatan seperti 1000Mata.

    Berjumpa dengan umat seiman seperti di Stasi St. Francis Assisi tadi membuat aku merasa sangat dikuatkan.. bahwa mereka yang dalam kondisi kekurangan dan hanya bisa menerima Ekaristi 2 minggu sekali masih bisa bersukacita dan merasakan damai kasih karunia Tuhan sehingga mereka bisa menyambut kita yang berkunjung tadi dengan begitu hangat.

    Semoga kita bisa lebih banyak lagi berbuat sesuatu untuk para umat yang membutuhkan seperti para umat di Stasi St. Francis Assisi tadi.
    AMDG

    Jakarta, 6 August 2017

    7 August 2017
  • Danar Iswara Sjahli

    Saya juga merasakan hal yang sama, seperti Bro Helios. Bener-bener bisa melihat wajah Yesus melalui anak-anak serta lansia yang kita bantu. Semoga kita semua bisa tetap setia dalam pelayanan ini.

    "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."  - Mat 25:40

    Jakarta, 6 August 2017

    7 August 2017